Jumat, 30 Desember 2011

KISAH NYATA (KISAH SEORANG ISTRI)

Cinta itu butuh kesabaran…



Sampai dimanakah kita harus bersabar menanti cinta kita

???





********* **



Hari itu,,,aku dengan nya berkomitmen untuk menjaga cinta

kita..



Aku menjadi perempuan yg paling bahagia…..



Pernikahan kami sederhana tapi sangat meriah…..



Ia menjadi pria yang sangat romantisan pada waktu itu.



Menikah dengan seorang pria yang shaleh, pintar, tampan

& mapan pula



Ketika kami pacaran dia sudah sukses dalam karir nya.



Kami berbulan madu di tanah suci,,itu janjinya ketika kami

berpacaran



Setelah menikah aku mengajaknya untuk umroh ke tanah suci….



Aku sangat bahagia dengan nya,,diya sangat memanjakan

aku…. Sangat

terlihat rasa cinta dan sayangnya pada ku.



Banyak orang yang bilang,kami pasangan yang serasi. Sangat

terlihat sekali

bagaimana suamiku memanjakanku. Aku bahagia menikah

dengannya.



************ ********* ********* ********* *********

********* *********

********* *******



5 Tahun sudah kami menikah, sangat tak terasa waktu

berjalan, walaupun kami

hanya berdua saja.



Karena sampai saat ini aku belum bisa memberikannya seorang

malaikat kecil

di tengah keharmonisan rumah tangga kami.



Karena dia anak lelaki satu – satunya dalam keluarga

nya,,jadi aku harus

berusaha untuk dapat meneruskan generasi nya…



Alhamdulillah suamiku mendukung ku…. Ia mengaggap Allah

belum mempercayai

kami untuk menjaga titipan NYA.



Tapi keluarga nya mulai resah,, Dari awal kami menikah ibu

& adiknya tidak

menyukaiku,, aku sering mendapat perlakuan yang tidak

menyenangkan dari

mereka,,tapi aku menutupi dari suami ku…..



didepan suami ku,,mereka sangat baik pada ku,,tapi

dibelakang suami ku,,aku

dihina – hina oleh mereka…



Pernah suatu ketika, 1 tahun usia pernikahan kami, suamiku

mengalami

kecelakaan,, , mobilnya hancur



Alhamdulillah suami ku selamat dari maut yang hampir

membuat ku menjadi

seorang janda.



Ia dirawat dirumah sakit,,pada saat dia belum sadarkan

diri,,aku selalu

menemaninya siang & malam, kubacakan ayat – ayat suci

Al – Qur’an,aku sibuk

bolak – balik rumah sakit dan tempat aku melakukan

aktivitas sosialku, aku

sibuk mengurus suamiku yang sakit karean kecelakaan.



Ketika aku kembali ke rumah sakit setelah dari rumah

kami,,aku melihat

didalam kamarnya ada ibu, adik – adiknya dan teman – teman

suamiku, dan satu

lagi aku melilhat seorang wanita yg sangat akrab dengan

ibunya. Mereka

tertawa menghibur suamiku.



Alhamdulillah suamiku ternyata sudah sadar, aku menangis

ketika melihat

suami ku sudah sadar,,tapi aku tak boleh sedih di

depannya.



Kubuka pintu yg tertutup rapat itu,sambil mengatakan

“Assalammu’alaikum”

mereka menjawab salam ku. Aku berdiam sejenak di depan

pintu dan mereka

semua melihatku,,, suamiku menatapku penuh manja,,mungkin

ia kangen padaku

karena sudah 5 hari mata nya selalu tertutup. Tangannya

melambai,,mengisyar

atkan aku untuk memegang tangannya yg erat. Setelah aku

menghampirinya, ku

cium tangannya sambil berkata “Assalammu’alaikum” , ia pun

menjawab salam ku

dengan suaranya yg lirih tapi penuh dengan cinta. Aku pun

senyum melihat

wajahnya.

Ibu nya lalu berbicara sama aku …



“Fis, kenalakan ini Desi teman Fikri”



Aku teringat cerita dari suamiku bahwa teman baiknya pernah

mencintainya,

perempuan itu bernama Desi, dan diya sangat akrab dengan

keluarga suamiku.

Dan akhirnya aku bertemu dengan orangnya juga.

Aku pun langsung berjabat tangan dengannya, tak banyak aku

biacara di dalam

ruangan,,aku tak mengerti apa yg mereka bicarakan.



Aku sibuk membersihkan & mengobati luka – luka di

kepala suamiku,,,baru

sebentar aku membersihkan mukanya,,tiba – tiba adik ipar ku

yg bernama Dian

mengajakku keluar,ia minta ditemani ke kantin. Dan suamiku

pun

mengijinkannya. Aku pun menemaninya.



Tapi ketika di luar adik ipar ku berkata ” lebih baik kau

pulang saja ” Ada

kami yg menjaga abang disini. Kau istirahat saja. ”



Aku pun tak diperbolehkan berpamitan dengan suamiku dengan

alasan abang

harus banyak beristirahat, karena sikologisnya masih

labil,, Aku berdebat

dengannya mengapa aku tidak boleh pamitan pada suamiku,

tapi tiba – tiba ibu

mertuaku datang menghampiriku dan ia mengatakan hal yg

sama, ia akan memberi

alsan pada suamiku mengapa aku pulang tak pamitan pada nya,

toj suamiku

selalu menurut apa kata ibunya, baik ibunya salah suamiku

tetap saja

membenarkannya, akhirnya aku pun pergi meninggalkan rumah

sakit itu dengan

linangan air mata. Sejak saat itu aku tidak pernah

diijinkan menjenguk

suamiku sampai ia kembali dari rumah sakit. Dan aku hanya

bisa menangis dlm

kesendirianku. Menangis mengapa mereka sangat membenciku.



************ ********* ********* ********* *********

********* *********

********* *******



Hari itu, aku menangis tanpa sebab, yang ada di benakku aku

takut

kehilangannya, aku takut cintanya dibagi denagn yang lain.

Pagi itu, pada

saat aku membersihakn pekarang rumah kami, suamiku

memanggil ku ke taman

belakang, ia baru aja selesai sarapan, ia mengajakku duduk

di ayunan favorit

kami, sambil melihat ikan – ikan yang bertaburan di kolam

air mancur itu.

Aku bertanya ” Ada apa kamu memanggil ku ?”



Ia berkata ” Besok aku akan menjenguk keluargaku di Sabang





Aku menjawab ” Ia sayang aku tahu, aku sudah mengemasi

barang – barang kamu

di travel bag dan kamu sudah pegang tiket bukan ?”



“Ya tapi aku tak akan lama disana, cuma 3 minggu aku

disana, aku juga sdh

lama tidak bertemu dengan keluarga besarku sejak kita

menikah dan aku kan

pulang dengan mama ku ” Jawab nya tegas



“Mengapa baru bicara, aku pikir hanya seminggu saja kamu

disana ?” tanya ku

balik kepada nya penuh dengan rasa penasaran dan sedikit

rasa kecewa karena

ia baru memberitahu rencana kepulanggannya itu, padahal aku

bersusah payah

mencarikan tiket pesawat untuknya.



” Mama minta aku yang menemani nya saat pulang nanti ”

jawab nya tegas



” Sekarang aku ingin seharian dengan kamu, karena nanti

kita 3 minggu tidak

bertemu, ya kan ?” lanjut nya lagi sambil memeluk ku dan

mencium keningku.

Hatiku sedih, dengan keputusannya, tapi tak boleh aku

tunjukkan pada nya.

Bahagianya aku, dimanja dengan suami yang penuh dengan rasa

sayang &

cintanya.

Walau terkadang ia bersikap kurang adil terhadapku.



Aku hanya bisa tersenyum saja, padahal aku ingin bersama

suamiku, tapi

karena keluarga nya tidak menyukaiku hanya karena mereka

cemburu pada ku

karena suamiku sangat sayang pada ku, aku memutuskan agar

ia saja yg pergi,

dan kami juga harus berhemat dalam pengeluaran anggaran

rumah tangga kami.

Karena ini acara sakral bagi keluarganya. Jadi seluruh

keluarga nya harus

komplit, aku pun tak diperdulikan oleh keluarganya harus

datang atau tidak,

tidak hadir justru membuat mereka sangat senang, aku pun

tak mau membuat

riuh keluarga ini.



Malam sebelum kepergiannya, aku menangis sambil membereskan

keperluannya

yang akan dibawa ke Sabang, ia menatapku dan menghapus

airmata yang jatuh

dipipiku lalu aku peluk erat dirinya, hati ini bergumam

seakan terjadi

sesuatu,,tapi aku tidak tahu apa yang akan terjadi. Aku

hanya bisa menangis

karena akan ditinggal pergi olehnya.



Aku tidak pernah di tinggal pergi selama ini, karena kami

selalu bersama -

sama kemana pun ia pergi.



Apa mungkin aku sedih karena aku sendirian tidak punya

teman, hanya pembantu

saja teman ngobrolku.



Hati ini sedih akan di tinggal pergi oleh nya.



Sampai keesokan hari nya, aku menangis..menangisi

kepergiannya.

Aku tak tahu mengapa sesedih ini, perasaanku tak enak, tapi

aku tak boleh

berburuk sangka. Aku harus percaya apada suamiku. Dia pasti

akan selalu

menelpon ku.



************ ********* ********* ********* *********

********* *********

********* ********* ********



Berjauhan dengan suamiku, sangat tidak nyaman, aku merasa

sendiri. Untunglah

aku mempunyai kesibukan sebagai seorang aktivis, jadi aku

tak terlalu

kesepian di tinggal pergi ke Sabang.

Saat kami berhubungan jarak jauh, komunikasi kami

buruk,saat ia di sana aku

pun jatuh sakit…rahimku sakit sekali seperti dililit oleh

tali,,,tak tahan

aku menhan rasa sakit dirahimku ini,sampai – sampai aku

mengalami

pendarahan,, aku dilarikan ke rumah sakit oleh adik laki -

lakiku yang

kebetulan menemaniku disana. Dokter memvonis aku terkena

kanker mulut rahim

stdium 3…. Aku menangis,,apa yang bisa aku banggakan

lagi,,mertuaku akan

semakin menghinaku,, ,suami ku yang malang,,yang berharap

akan punya

keturunan dari rahimku… Aku tak bisa memberikannya

keturunan. Dan aku

hanya memeluk adikku.



Aku kangen pada suamiku, aku menunggu ia pulang,,kapan ia

pulang, aku tak

tahu..



Sementara suamiku disana,,aku tidak tahu mengapa ia selalu

marah – marah

jika menelponku,, bagaimana aku akan cerita kondisiku jika

ia selalu marah -

marah terhadapku,,



Lebih baik aku tutupi dulu,,dan aku juga tak mau membuatnya

khawatir selama

ia berada di Sabang.

Lebih baik nanti saja ketika ia sudah pulang dari Sabang,

aku akan cerita

pada nya.

Setiap hari aku menanti suami ku pulang, hari demi hari aku

hitung….



Sudah 3 minggu suamiku di Sabang, malam itu ketika aku

sedang melihat foto -

f oto kami, ponselku berbunyi, menandakan ada sms yang

masuk.



Ku buka di inbox ponselku, ternayta dari suamiku yang sms,

ia menulis “aku

sudah beli tiket untuk pulang, aku pulang nya satu hari

lagi, aku aku

kabarin lagi”.



Hanya itu saja yang diinfokannya, aku ingin marah, tapi aku

pendam saja ego

yang tidak baik ini. Hari yg aku tunggu pun tiba,,aku

menantinya di rumah.

Sebagai seorang istri, aku pun berdandan yang cantik dan

memakai parfum

kesukaannya untuk menyambut suamiku pulang, dan aku akan

menyelesaikan

masalah komunikasi kami yg buruk akhir – akhir ini.



Bel pun berbunyi, kubuka kan pintu untuknya ia pun mengucap

salam, sebelum

masuk aku pegang tangannya ke depan teras, ia tetap

berdiri, aku membungkuk

untuk melepaskan sepatu, kaos kaki dan ku cuci kedua

kakinya, aku tak mw ada

syaithan yang masuk ke dalam rumah kami, setelah itu aku

pun berdiri

langsung mencium tangannya tapi apa reaksi nya …



Masya Allah ia tidak mencium keningku, ia langsung naik

keatas, ia langsung

mandi dan tidur,tanpa bertanya kabarku..



Aku hanya berpikiran, mungkin dia capek. Aku pun segera

merapikan bawaan nya

sampai aku pun tertidur. Malam menunjukkan 1/3 malam,

mengingatkan aku pada

tempat mengadu yaitu Allah, Sang Maha Pencipta.

Biasa nya kami selalu berjama’ah, tapi karena melihat nya

tidur sangat

pulas, aku tak tega membangun kannya, aku helus mukanya,

aku cium kening

nya, lalu aku sholat tahajud 8 rakaat plus witir 3

raka’at.



************ ********* ********* ********* *********

********* *********

********* ********* ***



Aku mendengar suara mobinya, aku terbangun lalu aku liat

dia dari balkon

kamar kami dia bersiap – siap untuk pergi, aku memanggil

nya tapi ia tak

mendengar, lalu aku langsung ambil jilbabku, aku lari dari

atas ke bawah

tanpa memperdulikan darah yg bercecer dari rahimku, aku

mengejarnya tapi ia

begitu cepat pergi,,ada apa dengan suamiku…mengapa ia

sangat aneh

terhadapku ?



Aku tidak bisa diam begitu saja firasatku ada sesuatu.

Saat itu juga aku langsung menelpon kerumah mertuaku,

kebetulan Dian yang

angkat telpon nya, aku bercerita dan aku bertanya apa yang

terjadi dengan

suamiku. Dengan enteng ia menjawab “Loe pikir aja sendiri

!!!” telpon pun

langsung terputus.



Ada apa ini ? Tanya hatiku penuh dalam kecemasan. Mengapa

suamiku berubah

setelah ia pulang dari kota kelahirannya. Mengapa ia tak

mau berbicara

padaku, apalagi memanjakan ku.



Semakin hari ia menjadi orang yang pendiam, seakan ia telah

melepas tanggung

jawabnya sebagai seorang suami, kami berbicara seperlunya

saja, aku selalu

di introgasinya, aku dari mana dan mengapa pulang

terlambat, ia bertanya

denagn nada yg keras, suamiku telah berubah.



Bahkan yang membuat ku kaget, aku pernah di tuduh nya

berzina dengan mantan

pacarku. Ingin rasanya aku menampar suamiku yang telah

menuduhku serendah

itu, tapi aku selalu ingat, sebagaimana pun salahnya

seorang suami, status

suami tetap di atas para istri, itu yang aku pegang, aku

hanya berdo’a agar

suamiku sadar akan prilakunya. *******



2 Tahun berlalu, suamiku tak berubah juga, aku menangis

tiap malam, lelah

menanti seperti ini, kami seperti orang asing yang baru

saja kenal,

kemesraan yang kami ciptakan dulu telah sirna, walaupun

kondisinya tetap

seperti itu, aku tetap merawatnya & menyiapi segala

yang ia perlukan.

Penyakitku pun masih aku simpan dengan baik dan ia tak

pernah bertanya obat

apa yang aku minum. Kebahagiaan ku telah sirna, harapan

menjadi ibu pun

telah aku pendam. Aku tak tahu kapan ini semua akan

berakhir.



Bersyukurlah, aku punya penghasilan sendiri dari

aktifitasku sebagai seorang

guru ngaji jadi aku tak perlu repot – repot meminta uang

pada nya hanya

untuk pengobatan kankerku. Aku pun hanya berobat

semampuku.



Sungguh suami yang dulu aku puja, aku banggakan sekarang

telah menjadi orang

asing, setiap aku tanya ia selalu meyuruhku untuk berpikir

sendiri.

Tiba – tiba saja malam itu, setelah makan malam selesai,

suamiku

memanggilku.



“ya ada apa Yah !” sahutku dengan memanggil nama

kesayangannya “Ayah”



“Lusa kita siap – siap ke Sabang ya !” Jawabnya tegas



“Ada apa ?” Mengapa ?” sahutku penuh dengan keheranan



Astaghfirullah. ..suami ku yang dulu lembut menjadi kasar,

diya mebentakku,,

tak ada lagi diskusi anatara kami.



Dia mengatakan ” Kau ikut saja jgn byk tanya !!! ”



Aku pun lalu mengemasi barang – barang yang akan dibawa ke

Sabang sambil

menangis,sedih karena suamiku yang tak ku kenal lagi.



2 Tahun pacaran, 5 tahun kami menikah dan sudah 2 tahun

pula ia menjadi

orang asing buat ku. Ku lihat kamar kami yg dulu hangat

penuh cinta yang

dihiasi foto pernikahan kami sekarang menjadi dingin,

sangat dingin dari

batu es. Aku menangis dengan kebingungan ini. Ingin rasanya

aku berontak

tapi aku tak bisa, suamiku tak suka dengan wanita yang

kasar, ngomong dengan

nada tinggi, suka membanting barang – barang, dia bilang

perbuatan itu

menunjukkan ketidakhormatan kedapanya. Aku hanya bisa

bersabar menantinya

bicara dan sabar mengobati penyakitku ini sendiri.

************ ********* ********* ********* *********

********* *********

********* ********* ********* *********



Kami telah sampai di Sabang, aku masih merasa lelah karena

semalaman aku

tidak tidur, karena terus berpikir. Keluarga besar nya

telah berkumpul

disana, termasuk ibu & adik – adiknya, aku tidak tahu

ada acara apa ini..

Aku dan suamiku pun masuk ke kamar kami. Suamiku tak betah

didalam kamar tua

itu, ia pun keluar bergabung dengan keluarga besarnya.



Baru saja aku membongkar koper kami dan ingin memasukkannya

ke dlm lemari

tua yg berada di dekat pintu kamar, lemari tua itu telah

ada sebelum suamiku

lahir.

Tiba – tiba Tante Lia, tante yang sangat baik pada ku

memanggil ku untuk

segera berkumpul diruang tangah, aku pun ke ruang keluarga

yag berada di

tengah rumah besar itu, rumah zaman peninggalan belanda

diaman langit -

langit nya lebih dari 4 meter. aku duduk disamping suamiku,

suamiku menunduk

penuh dengan kebisuan, aku tak berani bertanya pada nya,

tiba – tiba saja

neneknya, orang yang dianggap paling tua dan paling berhak

atas semuanya

membuka pembicaraan.



“Baiklah,karena kalian telah berkumpul, nenek ingin bicara

dengan kau Fisha

! ” Nenek nya bicara sangat tegas.. Dengan sorot mata yang

tajam.

” Ada apa ya Nek ?” sahutku dengan penuh tanya..

Nenek pun menjawab ” Kau telah gabung dengan keluarga kami

hampir 8 tahun,

sampai saat ini kami tak melihat tanda – tanda kehamilan

yang sempurna,

sebab selama ini kau selalu keguguran !!’



Aku menangis, untuk inikah aku diundang ke mari, untuk

dihina atau di

pisahkan dengan suamiku.



“Sebenarnya kami sudah punya calon untuk Fikri, dari dulu,

sebelum kau

menikah dengannya, tapi Fikri anak yang keras kepala, tak

mau di atur, dan

akhirnya menikahlah ia dengaa kau.” Neneknya berbicara

sangat lantang,

mungkin logat orang Sabang seperti itu semua.



Aku hanya bisa tersenyum dan melihat wajah suamiku yang

kosong matanya.

“Dan aku dengar dari ibu mertua mu kau pun sudah berkenalan

dengannya”

Neneknya masih melanjutkan pembicaraan itu.



Sedangkan suamikku hanya diam saja, tapi aku lihat air

matanya. Ingin aku

peluk suamiku agar ia kuat dengan semua ini, tapi aku tak

punya keberanian.



Nenek nya masih saja berbicara panjang lebar dan yang

terakhir dari

pembicaraannya ialah dengan wajah yang sangat menantang ia

berkata ” kau mau

nya gimana ? kau di madu atau diceraikan ?”



Masya Allah…… kuat kan hati ini, aku ingin jatuh

pingsan, hati ini

seakan remuk mendengar nya, hancur hati ku, mengapa

keluarganya bersikap

seperti ini terhadapku..



Aku selalu munutupi masalah ini dari kedua orang tuaku yang

tinggal di pulau

kayu tersebut, mereka mengira aku sangat bahagia 2 tahun

belakangan ini.



“Fish, jawab !! ” Dengan tegas Ibunya langsung memintaku

untuk menjawab



Aku langsung memegang tangan suamiku, dengan tangan yang

dingin dan gemetar

aku menjawab dengan tegas……. ..

” Walaupun aku tidak bisa berdiskusi dulu dengan imamku,

tapi aku dapat

berdiskusi dengannya melalui bathiniah, untuk kebaikan dan

masa depan

keluarga ini, aku akan menyambut baik seorang wanita baru

dirumah kami.”



Itu yang aku jawab, dengan kata lain aku rela cinta ku di

bagi, pada saat

itu juga suami ku memandangku dengan tetesan air mata, tapi

mata ku tak

sedikit pun menetes di hadapan mereka.

Aku lalu bertanya kepada suami ku, “Ayah siapakah yang akan

menjadi sahabat

ku dirumah kita nanti Yah ? ”



Suamiku menjawab ” Dia Desi ! ”



Aku pun langsung menarik napas dan langsung berbicara ”

Kapan pernikahan nya

berlangsung ? Apa yang harus saya siapkan dalam pernikahan

ini Nek ?”



Ayah mertuaku menjawab “Pernikahannya 2 minggu lagi.”



” Baiklah kalo begitu saya akan menelpon pembantu di rumah,

untuk menyuruh

nya mengurus KK kami ke kelurahan besok” setelah berbicara

seperti itu aku

permisi untuk pamit ke kamar.



Tak tahan lagi, air mata ini akan turun, aku berjalan

sangat cepat, aku buka

pintu kamar, aku langsung duduk di tempat tidur. Ingin

berteriak, tapi aku

sendiri disini. Tak kuat rasanya menerima hal ini, cintaku

telah

dibagi,,sakit. ..diiringi akutnya penyakitku. Apakah karena

ini suamiku

menjadi orang yang asing selama 2 tahun belakangan ini ?



Aku berjalan menuju ke meja rias, ku buka jilbabku, aku

bercermin sudah

tidak cantikkah aku ini, ku ambil sisirku, aku menyisiri

rambutku yang

setiap hari rontok, ku lihat wajahku,,ternyata aku memang

sudah tidak cantik

lagi, rambutku sudah hampir habis, kepalaku sudah botak

dibagian tengahnya.



Tiba – tiba pintu kamar ini terbuka, ternyata suami ku

datang, ia berdiri

dibelakangku, ,tak kuhapus air mata ini aku langsung

memandangnya dari

cermin meja rias itu.



Kami diam sejenak, lalu aku mulai pembicaraan “terimah

kasih ayah, kamu

memberi sahabat kepada ku, jadi aku tak perlu sedih lagi

saat ditinggal

pergi kamu nanti ! iya kan ?”



Suami ku mengangguk sambil melihat kepalaku tapi tak

sedikitpun ia tersenyum

dan bertanya knp rambutku rontok, dia hanya mengatakan

jangan salah memakai

shampo, dalam hati ku mengapa ia sangat cuek ? ia sudah tak

memanjakan ku

lagi.. Lalu dia bilang bilang “sudah malam, kita istirahat

yuk ” !



“Aku sholat isya dulu baru aku tidur” jawab ku tenaang.



Dalam sholat, dalam tidur aku menangis, ku hitung waktu,

kapan aku akan

berbagi suami dengannya. Aku pun ikut sibuk mengurusi

pernikahan suamiku.

Aku tak tahu kalo Desi orang Sabang juga. Sudahlah ini

mungkin takdirku. Aku

ingin suamiku kembali seperti dulu, yang sangat memanjakan

aku, diamana rasa

sayang dan cintanya itu.



************ ********* ********* ********* *********

********* *********

***



Malam sebelum hari pernikahan suamiku, aku menulis curahan

hatiku di

laptopku.



Di laptop aku menulis saat – saat terakhirku melihat

suamiku, aku marah pada

suamiku yang telah menelantarkanku. Aku menangis melihat

suamiku yang tidur

pulas, apa salahku sampai ia berlaku kejam kepada ku. Aku

save di my

document yang bertitle “Aku mencintaimu Suamiku ”



Hari pernikahan telah tiba, aku telah siap, tapi aku tak

sanggup untuk

keluar, aku berdiri didekat jendela, aku melihat matahari,

mungkin aku

takkan bisa melihat sinarnya lagi. Aku berdiri sangat

lama,, lalu suamiku

yang telah siap dengan pakaian pengantinnya masuk dan

berbicara padaku.



“Apakah kamu sudah siap ?”



Kuhapus airmata yang menetes diwajahku sambil berkata :



“Nanti jika ia telah sah jadi istrimu, ketika kamu membawa

ia masuk ke

dalam rumah ini, cucilah kaki nya sebagaimana kamu mencuci

kaki ku dulu,

lalu ketika kalian masuk ke dalam kamar pengantin bacakan

do’a di ubun -

ubunya sebagaimana yang kamu lakukan pada ku dulu lalu

setelah itu…..” tak

sanggup aku ingin meneruskan pembicaraan ini, aku ingin

menagis meledak



Tiba – tiba suamiku menjawab “lalu apa Bunda ?”



Aku kaget mendengar kata itu, yang tadinya aku menunduk,aku

langsung

menatapnya dengan mata yang berbinar – binar…



“bisa kamu ulangi apa yang kamu ucapkan barusan ?” pinta ku

tuk menyakini

bahwa kuping ini tidak salah mendengar.



Dia mengangguk dan berkata ” Baik bunda akan ayah ulangi,

lalu apa bunda ?”

sambil ia menghelus wajah dan menghapus airmataku, dia agak

sidikit

membungkuk karena diya sangat tinggi, aku hanya sedada nya

saja.



Dia tersenyum, sambil berkata ” Kita liat saja nanti ya !”

dia memelukku dan

berkata, “bunda adalah wanita yang paling kuat yang ayah

temui selain mama”

lalu ia mencium keningku, aku langsung memeluk nya erat dan

berkata ” Ayah,

apakah ini akan segera berakhir ? Ayah kemana saja ?

Mengapa ayah berubah ?

Aku kangen sama ayah ? Aku kangen belaian kasih sayang ayah

? Aku kangen

dengan manjanya ayah ? Aku kesepian ayah ? Dan satu hal

lagi yang harus ayah

tau bahwa aku tidak pernah berzinah ! Dulu waktu awal kita

pacaran,aku

memang belum bisa melupakannya, setelah 4 bulan bersama

ayah baru bisa aku

terima, jika yang dihadapanku itu adalah lelaki yang aku

cari.” Bukan bearti

aku pernah berzina ayah. Aku langsung bersujud di kakinya

dan muncium kaki

imamku sambil berkata ” Aku minta maaf ayah telah membuatmu

susah”



Saat itu juga, diangkatnya badanku,ia hanya menangis.



Ia memelukku sangat lama, 2 tahun aku menanti dirinya

kembali.

Tiba – tiba perutku sakit, ia menyadari bahwa ada yang

tidak beres dengan

ku, dan ia bertanya ” bunda baik – baik saja kan” tanya nya

dengan penuh

khawatir.



“aku pun menjawab, bisa memeluk dan melihat kamu kembali

seperti dulu itu

sudah mebuatku baik Yah” aku tak bisa bicara sekarang.

Karena dia akan

menikah. Aku tak mau buat diya khawatir. Dia harus khusyu

menjalani acara

prosesi akad nikah tersebut.



************ ********* ********* ********* *********

********* *********

********* ********* *



Setelah tiba dimasjid, ijab qabul pun dimulai. Aku duduk di

sebrang

suamiku.



Aku melihat suamiku duduk berdampingan dengan perempuan itu

membuat hati ini

cemburu, ingin berteriak mengatakn “Ayah Jangan” tapi aku

ingat akan kondisi

ku.



Jantung ini berdebar kencang, ketika mendengar ijab qabul

tersebut. Begitu

ijab qabul selesai, aku menarik napas panjang, Tante Lia,

tante yang baik

itu, memelukku. Dalam hati aku berusaha untuk menguatkan

hati ini, ya,,aku

kuat.



Tak sanggup aku melihat mereka duduk bersanding di

pelaminan. Orang – orang

yang hadir di acara resepsi itu iba melihatku, mereka

melihatku sangat aneh,

wajahku yang selalu tersenyum tapi hatiku menangis.



Sampai dirumah, suamiku langsung masuk ke dalam rumah

begitu saja, tak

mencuci kaki nya. Aku sangat heran dengan prilaku nya. Apa

iya, dia tidak

suka dengan pernikahan ini ?



Sementara itu Desi sambut hangat di dalam keluarga su





Sementara itu Desi sambut hangat di dalam keluarga

suamiku,tak seperti aku

yang di musuhinya.



Malam ini aku tak bisa tidur, bagaimana bisa !! Suamiku

akan tidur dengan

perempuan yang sangat aku cemburui. Aku tak tau apa yang

mereka lakukan

didalam.



1/3 malam, pada saat aku ingin sholat lail aku keluar untuk

berwudhu, aku

melihat ada lelaki yang mirip suamiku tidur disofa ruang

tengah, ku dekati

lalu ku lihat…. Masya Allah, suamiku tak tidur

dengannya,ia tidur disofa,

aku duduk disofa itu sambil menghelus mukanya yang lelah,

tiba – tiba ia

memegang tangan kiriku, tentu saja aku kaget.



“kamu datang ke sini, aku pun tau ” ia langsung berkata

seperti itu, aku

tersenyum dan megajaknya sholat lail. Setelah sholat lail,

ia mengatakan

“maafkan aku, aku tak boleh menyakitimu, kamu menderita

karena ego nya aku.

Besok kita pulang ke Jakarta, biar Desi pulang denagn

mama,papa Dan juga

adik – adikku”



Aku menatapnya dengan penuh keheranan. Tapi ia langsung

mengajakku untuk

istirahat. Saat tidur ia memelukku sangat erat. Aku

tersenyum saja, sudah

lama ini tidak terjadi. Ya Allah, apakah Engkau akan

menyuruh malaikat maut

untuk mengambil nyawaku sekarang ini, aku telah meresakan

kehadirannya saat

ini. Tapi masih bisakah engaku ijinkan aku untuk mersakan

kehangatan dari

suamiku yang telah hilang selama 2 tahun ini.



Suamiku berbisik, “Bunda kok kurus ?”



Aku menangis dalam kebisuan. Pelukannya masih bisa aku

rasakan.



Aku pun berkata “Ayah kenapa tidak tidur dengan Desi ?”



” Aku kangen sama kamu Bunda ” Aku tak mau menyakitimu

lagi, kamu sudah

terluka oleh sikapku yang egois” Dengan lembut suamiku

menjawab seperti

itu.



Lalu suamiku berkata, ” Bun, ayah minta maaf telah

menelantarkan bunda…

Selama ayah di Sabang, ayah dengar kalo bunda tidak tulus

mencintai ayah,

bunda seperti mengejar sesuatu, seperti harta ayah, dan

satu lagi ayah

pernah melihat sms bunda dengan mantan pacar bunda dimana

isinya klo bunda

gk mw berbuat seperti itu, dan seperti itu di beri tanda

kutip ( “seperti

itu” ), ayah ingin ngomong tapi takut bunda tersinggung,

dan ayah berpikir

klo bunda pernah tidur dengannya sebelum bunda bertemu

ayah, terus ayah

dimarahi oleh keluar ayah karena ayah terlalu memanjakan

bunda ”



Hati ini sakit ketika difitnah oleh suamiku, ketika tidak

ada kepercayaan

didirinya, hanya karena omongan keluarganya, yang tidak

pernah melihat

betapa tulusnya aku mencintai pasangan seumur hidupku ini.



Aku hanya menjawab “Aku sudah ceritakan itu kan Yah,

akutidak pernah

berzinah, dan aku mencintaimu setulus hatiku, jika aku

hanya mengejar

hartamu, mengapa kamu, banyak lelaki yang lebih mapan

darimu waktu itu Yah.

Jika aku hanya mengejar hartamu, aku tak mungkin setiap

hari menangis karena

menderita mencintaimu.



Entah aku harus bahagia atau aku harus sedih karena

sahabatku sendirian di

kamar pengantin itu. Malam itu, aku menyelesaikan masalahku

dengan suamiku

dan berusaha memaafkannya beserta sikap keluaraganya juga.

Karna aku tak mau

mati dalam hati yang penuh denagn rasa benci.



************ ********* ********* ********* *********

********* *********

********* ********* *****



Keesokan harinya….. …..



Katika aku ingin bangun untuk mengambil wudhu, kepalaku

pusing, rahimku

sakit sekali..aku pendarahan.. suamiku kaget…



Suamiku kaget bukan main, ia langsung menggendongku.



Aku pun dilarikan ke rumah sakit….



Jauh sekali aku mendengar suara zikir suamiku….



Aku merasakan tanganku basah…



Ketika kubuka mata ini, kulihat wajah suamiku penuh dengan

rasa

kekhawatiran.



Ia menggenggam tanganku dengan erat.. Dan mengatakan ”

Bunda,,Ayah minta

maaf ,,,,!!”



Berapa kali ia mengucapkan hal itu. Dalam hati ku, apa ia

tahu apa yang

terjadi padaku.



Aku berkata dengan suara yang lirih ” Yah….Bunda ingin

pulang,,bunda ingin

bertemu kedua orang tua bunda, anterin bunda kesana ya

Yah….”



“Ayah jangan berubah lagi ya !!! Janji ya Yah… !!! Bunda

sayang banget

sama Ayah ”



Tiba – tiba saja kakiku sakit sangat sakit, sakit nya

semakin keatas, kakiku

sudah tak bisa bergerak lagi, aku tak kuat lagi memegang

tangan suamiku,

kulihat wajahnya yang tampan, linangan air matanya.



Sebelum mata ini tertutup ku lafazkan kalimat syahadat dan

ditutup denagn

kalimat tahlil.



\\\\\\\\\\\\ \\\\\\\\\ \\\\\\\\\ \\\\\\\\\ \\\\\\\\\

\\\\\\\\\ \\\\\\\\\

\\\\\\\\\ \\\\\\\\\ \\\\\\\\\ \\\\\\\\\ \\\\\\\\\ \\\\\\\\\

\\\\\\\\\



Aku bahagia melihat suamiku punya pengganti diriku



Aku bahagia selalu melayaninya dalam suka dan duka,,



Menemaninya dalam ketika ia mengalami kesulitan dari kami

pacran samapai

kami menikah.



Aku bahagia bersuamikan dia. Dia adalah nafas ku.



Untuk Ibu mertuaku : “Maafkan aku telah hadir didalam

kehidupan anakmu

sampai aku hidup didalam hati anakmu, ketahuilah Ma, dari

dulu aku selalu

berdo’a agar Mama merestui hubungan kami. Mengapa engkau

fitnah diriku

didepan suamiku, apa engkau punya bukti nya Ma. Mengapa

engkau sangat

cemburu padaku Ma ? Fikri tetap milikmu Ma, aku tak pernah

menyuruhnya untuk

durhaka kepadamu, dari dulu aku selalu mengerti apa yang

kamu inginkan dari

anakmu, tapi mengapa kau benci diriku. Dengan Desi kau

sangat baik tetapi

dengan ku, menantumu kau bersikap sebaliknya.”



************ ********* ********* ********* *********

********* *********

********* ********* ********* ******



Setelah ku buka laptop,ku baca curhatan istriku



Ayah,,mengapa keluargamu sangat membenciku



Aku dihina oleh mereka ayah.



Mengapa mereka bisa baik terhadapku pada saat ada dirimu ?



Pernah suatu ketika, aku bertemu Dian di jalan, aku

menegornya karena dia

adik iparku tapi aku disambut denagn wajah ketidak

sukaannya. Sangat

terlihat Ayah.



Tapi ketika engaku bersamaku, Dian sangat baik, sangat

manis dan ia

memanggilku dengan panggilan yang sangat menghormatiku.

Mengapa seperti itu

ayah.



Aku tak bisa berbicara ttg ini padamu, karen aku tahu kamu

pasti membela

adikmu, tak ada gunanya Yah.



Aku diusir dari rumah sakit.



Aku tak boleh merawat suamiku.



Aku cemburu paad Desi yang sangat akrab dengan mertuaku



Tiap hari ia datang ke rumah sakit bersama mertuaku



Aku sangat marah….



Jika aku membicarakn hal ini pada suamiku, ia akan pasti

membela Desi dan

ibunya.



Aku tak mau sakit hati lagi.



Ya Allah kuatkan aku,,maafkan aku



Engkau Maha Adil.



Berilah keadilan ini padaku Ya Allah



Ayah sudah berubah, ayah sudah tak sayang lagi pada ku.



Aku berusaha untuk mandiri ayah, aku tak akan bermanja -

manja lagi padamu.



Aku kuat ayah dalam kesakitan ini.



Lihatlah ayah, aku kuat walaupun penyakit kanker ini terus

menyerangku.



Aku bisa melakukan ini semua sendiri ayah.



Besok suamiku akan menikah dengan perempuan itu



Perempuan yang aku benci, yang aku cemburui



Tapi aku tak boleh egois, ini untuk kebahagian keluarga

suamiku



Aku harus sadar diri



Ayah,,sebenarnya aku tak mau diduakan olehmu



Mengapa harus Desi yang menjadi sahabatku ?



Ayah aku masih tak rela



Tapi aku harus ikhlas menerimanya



Pagi nanti suamiku melangsungkan pernikahan keduanya



Semoga saja aku masih punya waktu untuk melihatnya

tersenyum untukku



Aku ingin sekali merasakan kasih sayangnya yang terakhir



Sebelum ajal ini menjemputku



Ayah…aku kangen ayah



Dan kini aku telah membawamu ke orang tuamu Bun



Aku akan mengunjungimu sebulan sekali bersama Desi ke Pulau

Kayu ini



Aku akan selalu membawakanmu bunga mawar yang berwana pink

yang mencerminkan

keceriaan hatimu yang sakit tertusuk duri.



Bunda tetap cantik, selalu tersenyum disaat tidur.



Bunda akan selalu hidup dihati ayah.



Bunda… Desi tak sepertimu, yang tidak pernah marah…



Desi sangat berbeda denganmu, ia tak pernah membersihkan

telingaku, rambutku

tak pernah di creambathnya, kakiku pun tak pernah

dicucinya.



Ayah menyesal telah menelantarkanmu selama 2 tahun, kamu

sakit pun aku tak

perduli, dalam kesendirianmu. …



Seandainya Ayah tak menelantarkan Bunda, mungkin ayah masih

bisa tidur

dengan belaian tangan Bunda yang halus.



Sekarang Ayah sadar, bahwa ayah sangat membutuhkan bunda..



Bunda,,kamu wanita yang paling tegar yang pernah kutemui.



Aku menyesal telah asik dalam keegoanku..



Bunda maafkan aku.. Bunda tidur tetap manis. Senyum manjamu

terlihat

ditidurmu yang panjang.



Maafkan aku , tak bisa bersikap adil dan membahagiakan mu,

aku selalu

mengiyakan apa kata ibuku, karena aku takut menjadi anak

durhaka. Maafkan

aku ketika kau di fitnah oleh keluargaku, aku percaya

begitu saja.



Apakah Bunda akan mendapat pengganti ayah di surga sana ?



Apakah Bunda tetap menanti ayah disana ? Tetap setia di

alam sana ?



Tunggulah Ayah disana Bunda……



Bisakan ? Seperti Bunda menunggu ayah di sini…… Aku

mohon…..



Ayah Sayang Bunda….

Senin, 19 Desember 2011

TIPS CERDAS MASUK SURGA (WOMAN ONLY)

1. Doa seorang isteri yang taat memiliki kekuatan 70 wali.

2. Isteri yang membuatkan minum suami tanpa diminta, pahalanya 3 x khatam Al Qur'an.

3. Masakan isteri yang dilakukan secara sunah dan dimakan suami beserta keluarga pahalanya semua untuk isteri dan do'a suami yang memakan masakannya menjadi do'a yang diijabah.

4. Isteri yang membangunkan suami untuk shalat atau menyuruh shalat berjamaah di masjid pahalanya 27+1

5. Isteri yang kelelahan bangun malam karena anaknya minta susu sama dengan pahala 70 x haji mabrur

6. Seorang ibu yang menyusui setiap tetes susunya senilai 200 8 shalat khusu wal khudu dan doanya di ijabah' (fadilah wanita)

7. Burung di udara dan malaikat dilangit akan selalu memintakan ampunan kepada Allah selama isteri dalam keridhaan suami

8. "Bila seorang suami pulang dengan gelisah dan isteri menghiburnya maka isteri mendapatkan 10 pahala jihad",

9. "Bila seorang wanita hamil shalatnya dua rekaat adalah lebih baik dari 80 rakaat shalat wanita yang tidak hamil",

10. "Bila seorang wanita hamil akan mendapatkan pahala 70 tahun shalat nafil dan 70 tahun puasa"

11. "Wanita yang mencuci pakaian suami dan anak-anaknya akan mendapat 1000 kebaikan dan akan diampuni kesalahannya, bahkan segala sesuatu yang disinari matahari memintakan ampun baginya dan Allah SWT mengangkat derajatnya 1000 tingkat".

12. "Wanita yang menyusui anaknya, maka setiap tetesan air susu tersebut akan mendapatkan 1 pahala dan apabila cukup 2 tahun menyusui maka malaikat dilangit akan mengabarkan berita bahwa SURGA WAJIB BAgINYA".

13. Apabila sorang wanita kdatangan haid maka haidnya akan menghapus dosa2nya

14. Apabila ia membaca pd hari pertama "Alhamdulilahi ala kullu halin wa astagfirullaha min kulli zambi" mk ALLAH akan membebaskannya dari jahanam, shirat & adzab.

15. Setiap hari haidnya ALLAH tinggikan dia dengan pahala 40 org mati syahid apabila ia berdzikir 'Laa illahaillah' betapa Allah cinta kpd wanita...

Minggu, 11 Desember 2011

TIPS ALAMI MEMBERSIHKAN RUMAH

Mau rumah bersih dan kinclong tanpa mahal tanpa ribet ???? ini tipsnya, dicoba yuuuukkkkkkkk.......

Ruang Keluarga
Ø        Lantai keramik atau marmer yang kusam bisa dibersihkan dan kembali kinc­long dengan air perasan lemon atau belimbung wuluh. Kupas belimbing wuluh, lalu gosok-gosokkan pada lantai yang kusam.
Ø       Jika meja kayu Anda ternoda karena si kecil men­coret-coretnya dengan pulpen, spidol atau crayon, coba ber­sihkan dengan garam. Gosok perlahan dengan garam hingga noda luruh, lalu bersihkan dengan lap bersih yang diberi sedikit air perasan lemon agar meja kayu kembali mengkilap.
Dapur
Ø        Bersihkan seluruh bagian dapur, seperti dinding, lantai, dengan air yang sudah diberi cairan pembersih. Untuk menghilangkan noda mem­bandel seperti noda minyak, saus, kopi dan sebagainya, manfaatkan cuka atau air perasan lemon. Cuka dan air perasan lemon sangat serba­guna. Bisa dimanfaatkan untuk membersihkan bahan keramik, stainless stell, hingga peralatan memasak berbahan kaca dan plastik.
Ø        Lantai dapur seringkali terkena cipratan atau tumpahan minyak yang membuat lantai licin dan ternoda. Taburkan garam halus, tepung maizena, atau bedak tabur yang mampu menyerap minyak. Diamkan beberapa saat, kemudian gosok-gosok dengan lap hingga minyak betul-betul terserap. Bersihkan sisa garam, tepung atau bedak, lalu pel lantai seperti biasa. - Selain menggunakan le­mon dan garam, Anda juga bisa membersihkan noda minyak dengan pasta gigi.
Ø        Bila oven Anda terkena noda makanan,segera taburkan garam di bagian yang terkena noda dalam kondisi oven masih panas. Bila oven sudah dingin, angkat noda yang bertabur garam dengan spons bersih.
Ø       Wadah makanan berbahan plastik yang terkena noda bumbu atau saus tomat me­mang lebih sulit dibersihkan. Coba angkat kotoran dengan sedikit minyak sayur, lalu cuci dengan sabun seperti biasa.
Ø        Untuk mengusir asap dan bau masakan di dapur, siapkan segelas air yang diberi irisan lemon atau bawang bombay. Air tersebut akan menyerap bau yang memenuhi dapur. Anda juga bisa meletakkan aromaterapi berupa bola kapas yang sudah dicelup minyak esensial dengan wangi vanila, lemon, atau dan sebagainya sesuai favorit Anda.
Kamar Mandi
Ø        Noda dan kerak pada bak kamar mandi, kloset, dan bathtub pasti membuat Anda kesal karena sulit dibersihkan. Untuk membersihkan noda pada keramik, kloset, dan bathtub, Anda dapat meng­gunakan cuka dan lemon. Kandungan asam sitrat pada lemon sanggup melarutkan noda dan kotoran, lumut, buih sabun, serta kerak.
Ø        Gunakan pula cuka, le­mon dan soda kue untuk mengilapkan kaca partisi dan cermin di kamar mandi


Bagaimana membuat mebel kayu mengkilap kembali?
Ø        Ambil 5 biji kemiri, bakar sampai minyaknya keluar. Bungkus kemiri dengan kain kasa dan pukul-pukul sampai hancur. Gosoklah mebel dengan kemiri yang dibungkus kain kasa tadi. Mebel kayu pun akan mengkilap.
Ø        Bisa juga dengan membuat larutan ¼ cangkir cuka dan 1 cangkir minyak zaitun. Poleslah mebel dengan larutan tersebut.
Ø        Bila memiliki air teh basi, jangan dibuang. Air teh basi cocok untuk membersihkan meja kayu.

Menghilangkan noda tinta:
Ø        Buat larutan berikut: 2 sendok makan cuka dicampur dengan 1 sendok makan air. Celupkan spons ke dalam larutan lalu oleskan pada noda. Selanjutnya, mebel dilap sampai kering. Setelah itu, mebel kayu perlu dipelitur kembali.
Ø        Bersihkan dengan semir sepatu netral. Oleskan semir sepatu pada lap lalu gosok pada mebel.

Noda air, menghilangkannya dengan:
Ø        Oleskan pasta gigi pada kain basah. Noda yang membandel mungkin masih membutuhkan sedikit washing soda (soda ash – bisa dibeli di toko bahan kimia). Kalau masih membandel coba gosok dengan gabus.
Ø        Ambil abu gosok beri sedikit minyak goreng. Gosokkan larutan ini ke meja kayu.
Ø        Noda bekas gelas pada mebel kayu berpelitur bisa digosok dengan minyak tanah, lalu poles ulang.

Menghilangkan noda putih:
Ø        Noda putih pada mebel kayu terutama mebel antik bisa diatasi dengan mencelupkan sepotong kain ke dalam minyak goreng yang sudah diberi abu rokok, lalu gosokkan kain pada noda. Gosok sampai nodanya hilang.
Ø        Cara lain, ambil gabus lalu celupkan ke dalam minyak goreng dan abu rokok. Gosokkan gabus tersebut pada noda. Terakhir lap mebel dengan lap lembut.
Ø        Bisa juga dengan menggosoknya dengan odol yang ditaruh di lap. Gosokkan lap tersebut pada noda. Setelah itu mebel digosok dengan lap basah. Terakhir gosok dengan lap kering.

Lelehan lilin:
Ø        Saat memasang lilin, kadang ada lelehan lilin yang mengotori mebel. Jangan sekali-kali membersihkannya dengan benda tajam. Ambil saja pengering rambut, arahkan ke lelehan lilin sampai lilin meleleh. Segera setelah meleleh, mebel dilap dengan lap bersih atau tisu. Kemudian, mebel digosok lagi dengan lap yang agak basah dan diberi sedikit cuka.

Melepas striker pada mebel kayu:
Ø        Anak-anak kerap memasang striker pada mebel kayu. Untuk menghilangkannya jangan dikerik dengan pisau. Teteskan sedikit minyak goreng pada kertas lalu biarkan sebentar sampai minyak terserap. Setelah itu, gosok mebel dengan lap yang lembut. Ulangi proses ini, sampai striker benar-benar terlepas.
Ø        Cara lain, ambil lap lalu beri beberapa tetes minyak goreng atau baby oil. Gosokkan perlahan-lahan sampai striker terlepas. Setelah itu, gosok dengan lap kering.

Minggu, 04 Desember 2011

DIBAWAH HUJAN

Seorang petani dan istrinya bergandengan tangan menyusuri jalan sepulang dari sawah sambil diguyur air hujan.

Lewatlah sebuah motor di depan mereka. Berkatalah petani ini pada istrinya: "Lihatlah Bu, betapa bahagianya suami istri yang naik motor itu, meskipun mereka juga kehujanan, tapi mereka bisa cepatsampai di rumah. Tidak seperti kita yang harus lelah berjalan untuk sampai ke rumah."

Sementara itu, pengendara sepeda motor dan istrinya yang sedang berboncengan di bawah derasnya air hujan, melihat sebuah mobil pick up lewat di depan mereka.

Pengendara motor itu berkata kepada istrinya: "Lihat bu, betapa bahagianya orang yang naik mobil itu. Mereka tidak perlu kehujanan seperti kita."

Di dalam mobil pick up yang dikendarai sepasang suami istri, terjadi perbincangan, ketika sebuah mobilsedan Mercy lewat di hadapan mereka: "Lihatlah bu, betapa bahagia orang yang naik mobil bagus itu. Mobil itu pasti nyaman dikendarai, tidak seperti mobil kita yang sering mogok."

Pengendara mobil Mercy itu seorang pria kaya, dan ketika dia melihat sepasang suami istri yang berjalan bergandengan tangan di bawah guyuran air hujan, pria kaya itu berkata dalam hatinya: "Betapa bahagianya suami istri itu. Mereka dengan mesranya berjalan bergandengan tangan sambil menyusuri indahnya jalan di pedesaan ini. Sementara aku dan istriku tidak pernah punya waktu untuk berdua karena kesibukan kami masing masing."

Kebahagiaan tak akan pernah kau miliki jika kau hanya melihat kebahagiaan milik orang lain, dan selalu membandingkan hidupmu dengan hidup orang lain.

Bersyukurlah atas hidupmu supaya kau tahu di mana kebahagiaan itu berada.

Kamis, 01 Desember 2011

TENTANG DAVID BECKHAM part II

Dalam dinner tadi malam, david beckham berusaha untuk ramah pada syahrini
Beckham : " Do U like salad ?"
Dikira nanyain Sholat, syahrini menjawab : "Oh yes, five times a day."
Beckham : " Wow, that's very healthy. What kind of dressing do you like for salad ?"
Syahrini : "Mukena, of course."
Si Beckham berfikir keras "that must be a new dressing for salad I never knew it before"
Sampai di bagian chinese food, si jambul khatulistiwa berusaha membalas keramahan si beckham . Bhs Inggris pas-pasan, tapi nekad :
Syahrini (sambil nyendok mie yg masih panas) : " Do you like mie ?"
Beckham (bingung, dipikirnya me, saya) : "eeemm....yes. With all respect."
Syahrini (dengan mantap menimpali) : "still hot you know"
Beckham : ??@% =))

(dari seorang teman di grup FB)